Promo Pena

Kunker ke Sultra, Ketua Satgas Covid-19 Salurkan Alkes dan Dana Bencana

PENASULTRA.ID, KENDARI
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19, Letnan Jenderal Doni Monardo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa 10 November 2020.

Dalam kunker tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menyerahkan bantuan dan dana bencana serta menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan kepala daerah di 17 kabaupaten kota se-Sultra.

Doni Monardo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah paket bantuan yang akan diserahkan ke Pemprov Sultra dan Rumah Sakit (RS) Bahteramas.

Bantuan yang diberikan kepada Pemprov Sultra terdiri dari ventilator sebanyak dua unit, hand sanitizer 20 jerigen, masker kain sebanyak 150 ribu lembar dan masker medis 20 ribu lembar.

Kemudian shoe cover 2.000 pieces, gloves atau sarung tangan 500 pieces, googles 250 pieces, desinfektan sprayer 5 pieces, hand spray 1.000 pieces dan faceshield 5000 pieces serta alat pelindung diri (APD) premium sebanyak 10 ribu pieces.

“Kalau bantuan yang langsung ke RS Bahteramas terdiri dari PCR Biosewoom 5.000 test, RNA Bionner 5.000 test dan VTM+Swab KH medical sebanyak 5.000 test,” kata Doni melalui rilis persnya yang dibagikan Dinas Kominfo Sultra, Selasa 10 November 2020.

Menurutnya, selain bantuan fasilitas terkait Covid-19, pihaknya juga menyerahkan dana hibah untuk rehabilitasi konstruksi pasca bencana di sejumlah tiga daerah di Sultra termasuk Pemprov Sultra.

“Untuk Kabupaten Muna Barat sebesar Rp8.071.102.000, Buton sebesar Rp18.510.000.000 dan Buton Tengah sebesar Rp12.250.000.000 serta sebesar Rp126.720.000 untuk Pemprov Sultra,” beber Doni.

Bantuan dana hibah untuk tiga kabupaten tersebut dalam bentuk pekerjaan fisik yang baru dimulai tahun anggaran 2021 mendatang.

“Sebelumnya, pada tahun anggaran 2019, BNPB juga telah menyalurkan dana hibah serupa ke Konawe Utara, Kolaka Utara, Muna, Buton Selatan, Kota Baubau dan Kendari. Total anggaran BNPB yang diturunkan dalam rentang tahun anggaran 2019-2020 ke Sultra mencapai Rp 133.501.563.000,” jelas Doni.

Pada kesempatam tersebut, Doni menyampaikan terkait rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat Sultra terhadap Covid-19. Berdasarkan hasil survei BNPB, persentase ketidakpercayaan masyarakat Sultra terhadap Covid-19 mencapai 22,36 persen. Posisi ini menempatkan Sultra dalam posisi keempat nasional.

Kendati demikian, di kalangan masyarakat juga mulai tumbuh kesadaran untuk melakukan edukasi secara sukarela ke masyarakat. Salah satu elemen masyarakat tersebut adalah komunitas wartawan.

“Mereka menggabungkan diri pada Forum Jurnalis Perubahan Perilaku atau FJPP yang berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat melalui tulisan-tulisan mereka. Sebanyak 89 orang jurnalis di Sultra tergabung forum tersebut. Kami sangat mengapresiasi partisipasi para wartawan tersebut,” tambah Doni.

Sementara itu, Ali Mazi mengatakan, terdapat sejumlah persoalan yang dihadapi Sultra dalam pengendalian wabah Covid-19. Diantaranya rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan, kurangnya sumber daya manusia dalam hal analisis laboratorium dan minimnya sarana prasarana tes Covid-19 seperti TCM (tes cepat molekuler) dan PCR.

“Tes rapid sifatnya pengecekan awal saja. Sebab, pada banyak kasus, sudah rapid berkali-kali dan hasilnya non reaktif. Namun setelah di-swab, hasilnya positif. Oleh karena itu, kebutuhan kita lebih pada perlengkapan TCM dan PCR ini,” tutup Gubernur.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.