Promo Pena

Cuaca di Sultra Terasa Lebih Panas, Ini Penjelasan BMKG

PENASULTRA.ID, KENDARI – Cuaca di sebagian besar wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) akhir-akhir ini terasa lebih panas dari biasanya. Bahkan, suhu udara dibeberapa daerah bisa mencapai 35 derajat celsius pada siang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap penyebabnya.

Menurut Senior Forecaster BMKG Stasiun Klimatologi Ranomeeto, Konawe Selatan (Konsel), Siti Risnayah Naya mengatakan, saat ini matahari berada di belahan bumi selatan, sehingga wilayah Indonesia bagian selatan termasuk Sultra mendapatkan radiasi matahari lebih besar.

“Inilah penyebab yang membuat suhu udara di Sultra lebih panas,” kata Siti Risnayah melalui pesan WhatsAppnya, Minggu 1 November 2020.

Menurutnya, selain posisi matahari, saat ini Sultra juga memasuki musim kemarau sejak Juli 2020 lalu.

Dimana suhu udara rata-rata yang terhitung pada Oktober 2020 lalu adalah 27.7 derajat celcius, sementara suhu maksimum mencapai rata-rata 32.3 derajat celcius.

“Musim kemarau untuk wilayah Sultra sudah masuk dari bulan Juli, kecuali untuk daratan Muna, lebih awal,” jelasnya.

Ia menambahkan, suhu udara panas di siang hari pada musim kemarau adalah hal yang wajar, sebab hanya sedikit atau bahkan tidak ada awan yang menutupi, sehingga radiasi matahari langsung sampai ke permukaan bumi secara besar-besaran.

“Jika ada awan suhu udara tidak akan terlalu panas karena awan memantulkan radiasi matahari sehingga radiasi matahari yang sampai di bumi berkurang,” beber Siti Risnayah.

Ia memprediksi, pada November 2020 ini, secara umum Sultra akan memasuki musim hujan.

Penulis: Lalu Muh Fadli
Editor: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.