Promo Pena

Fotonya Dicatut, Ridwan Badallah Bakal Perkarakan Salah Satu Media Online di Sultra

PENASULTRA.ID, KENDARI – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulawesi Tenggara (Sultra) M. Ridwan Badallah merasa geram dengan tindakan salah satu media online Tegas.co yang berkantor di ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatut fotonya dalam sebuah pemberitaan “Dugaan Kasus Korupsi Dinas Kominfo Sultra Belum Tuntas” yang ditayangkan pada, Kamis 29 Oktober 2020.

Promo Pena

Ridwan mengatakan, pemasangan foto dirinya tanpa seizinnya pada pemberitaan tersebut memiliki arti yang bias. Sebab, seolah-olah dirinya tersangkut dalam kasus tersebut dan seolah-olah ingin menimbulkan persepsi kepada masyarakat bahwa kasus tersebut melibatkan dirinya.

“Saya baru sadari bahwa berita yang ditayangkan oleh Tegas.co terkait korupsi Dinas Kominfo Sultra belum tuntas dengan memasang foto saya itu bermakna bias. Saya melihat ada indikasi dan seakan-akan bahwa ada framing yang dibangun oleh Tegas.co yang menyampaikan kepada masyarakat bahwa kasus korupsi yang belum tuntas itu termasuk saya di dalamnya,” ungkap Ridwan via WhatsAppnya, Sabtu 31 Oktober 2020.

Oleh sebab itu, secara pribadi dan secara jabatan ia tidak terima dengan tayangan dalam pemberitaan tersebut. Ia menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan menempuh jalur hukum, baik secara personal maupun institusi

“Insyaallah dalam waktu dekat saya akan mengambil jalur hukum sesuai hukum yang berlaku, apa yang telah dilakukan Tegas.co secara pribadi maupun institusi. Saya juga akan menempuh jalur hukum sesuai dengan kode etik, yakni akan melakukan gugatan ke Dewan Pers,” tambahnya.

Tidak hanya itu, dalam beritanya Tegas.co juga menuliskan jika dirinya dinilai banyak kalangan begitu berlebihan. Baik kalangan Jurnalis, anggota BIN bahkan dari sesama OPD dan pengacara yang terheran-heran karena sarjana pendidikan bisa menjabat Kepala Dinas Kominfo.

“Saya ingin sampaikan, Tegas.co menyepelekan gelar saya sebagai Sarjana Pendidikan (S.Pd) menjadi Kadis Kominfo. Saya sebagai Ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA PBSI) UHO, merasa terhina dengan gelar S.Pd saya yang dianggap sebuah keniscayaan menjadi Kadis Kominfo,” ucapnya.

“Dia (pihak Tegas.co) kurang memahami dan mengenal saya. Karena dia tidak sadari bahwa saya sudah meraih gelar Magister Management Sumber Daya Manusia pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHO. Selanjutnya saya juga sudah diputuskan oleh dewan penguji sebagai kandidat Doktoral Managemen Sumber Daya Manusia di UHO,” jelasnya.

Dikatakannya, bahwa Kominfo memblokir nomor Direktur Tegas.co pada Grup Media Center Kominfo, karena telah menyebar informasi yang bersifat provokatif dan penghinaan kepada pejabat pemerintah.

Promo Pena

“Mengapa Kominfo memblokir nomor Direktur Tegas.co pada Grup Media Center Kominfo, karena secara langsung maupun tidak langsung Direktur Tegas.co telah menyebarkan informasi yang provokatif, penghinaan secara tidak langsung kepada pejabat pemerintah dengan memforward status dari seorang DPO,” ungkap Ridwan.

Berikut prestasi M. Ridwan Badallah dalam berbagai kompetensi :

  1. Sebagai Ketua IKA PBSI FKIP UHO tahun 2018 sampai sekarang,
  2. Peringkat Pertama hasil tes and propertest lelang jabatan JPT tahun 2020, dengan nilai 96 dari nilai 100 yang disiapkan,
  3. Peraih Award Best Paper Riset Multi Dicipliner Science di Rizal Memorian Colledge Davao Philipina, September 2018 yang diikuti 5 negara,
  4. Penerima Award Kendari Post 2020 sebagai Pemimpin Berprestasi yang akan dianugerahkan pada 31 Oktober 2020,
  5. Terpilih sebagai 20 periset nasional dari 34 provinsi dan pertama dari birokrasi di Sultra oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI tahun 2017 dengan judul riset Peran Tokoh Masyarakat Terhadap Penanggulangan Anak Putus Sekolah di Kota Kendari,
  6. Memperoleh hak kelayakan intelektual sebagai penemu konsep Smart Education atau Digitalisasi Pendidikan dan diberi sertifikat 50 tahun sebagai Pemilik Hak Paten oleh Kementrian Hukum dan HAM RI. Menjadi pemateri nasional dan daerah.

Sementara itu, Direktur Tegas.co, Mas’ud menjelaskan foto itu secara otomatis tersave di memori hpnya. Karena itu beredar di group-group WA. Mengingat sudah ada di hpnya maka foto itu sudah menjadi hak publik. Apalagi Kadis Kominfo adalah pejabat publik.

“Pemuatan foto itu didasari karena pak Kadis Kominfo yang menjabat saat ini sesuai disebut dalam tulisan. Kemudian sebelum di publish ada konfirmasi terkait berita itu. Termasuk penggunaan foto karena satu kesatuan tak terpisahkan melalui WhatsApp pak Kadis Kominfo,” ulasnya.

Menurutnya, tidak ada jawaban saat konfirmasi berita karena sudah di blokir. Ada banyak ia konfirmasi sama pak Kadis Kominfo tapi tidak dijawab termasuk rencana aksi AP2 di KPK. Ini Karena saluran komunikasi yang buntu.

“Tugas Jurnalis sudah sesuai UU 40/1999 tentang Pers dan kode etik jurnalis. Jika ada pihak keberatan itu adalah hak bagi setiap warga negara. Ranah nya adalah hak jawab dan hak koreksi,” ucapnya.

Mas’ud sangat menyayangkan pemuatan berita dan foto itu justru dijawab sama media lain. Kalau berita koreksi semestinya di muat di media yang sama (Tegas.co) bukan sama media lain.

“Ini diduga tidak memiliki legalitas hukum sebagai media siber serta tidak melakukan konfirmasi kepada Tegas.co dan langsung dimuat. Sementara Tegas.co yang melakukan konfirmasi saja masih dilakukan langkah-langkah untuk dilaporkan. Bagaimana yang tidak konfirmasi dan tidak memiliki legalitas? Masih dalam kajian hukum tim legal,” pungkas Mas’ud.

Penulis: Basisa

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.