Promo Pena

Cegah SPG, Pelayanan Disdukcapil Kendari Masih Dikeluhkan Masyarakat

PENASULTRA.ID, KENDARI – Belum lama ini, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir meluncurkan program Jaga Kendari atau JARI. Program JARI ini hadir bertujuan tak lain untuk mencegah tindakan suap, pungutan liar (pungli) dan gratifikasi atau biasa disingkat SPG di lingkup aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Kendari.

Promo Pena

Kabarnya, program yang dikemas dalam bentuk aplikasi pintar ini terintegrasi dengan program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yakni, jaga.id. Fungsinya, sama. Mengawal layanan pemerintahan.

Namun, sejak diluncurkan pada awal Agustus 2020 dan mulai diberlakukan pada 31 Agustus 2020 di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kendari, program JARI ternyata masih dikeluhkan masyarakat.

Pasalnya, bagi masyarakat yang hendak memerlukan pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Kendari harus terlebih dahulu melakukan registrasi dan mengambil nomor antrian melalui website jari.kendarikota.go.id atau mengunduh aplikasi JARI di Play Store. Jika salah memilih tujuan sesuai dengan kebutuhan pengurusan saat daftar antrian, masyarakat harus kembali mendaftar di hari berikutnya.

Pengantri yang kesal tengah melakukan protes lantaran petugas Disdukcapil Kendari telat masuk di jam pelayanan kedua usai istrahat. Foto: Istimewa

“Saya sudah dari Minggu lalu coba untuk mendaftar online. Tapi, selalu gagal. Pas berhasil dapat nomor antrian tadi saya diminta daftar lagi besok karena salah pilih layanan pengurusan KTP elektronik. Sialnya, kuota untuk pengurusan KTP elektronik dibatasi hanya 50 orang setiap hari,” beber Harun saat ditemui di depan kantor Disdukcapil Kendari, Rabu 7 Oktober 2020.

Pena Maulid

Selain dirasa ribet, banyaknya pengantri membuat masyarakat resah. Sebab, di masa pandemi Covid-19 saat ini, protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan jaga jarak terlihat disepelekan.

Ironisnya lagi, setelah mengantri sejak pagi, pelayanan di loket Disdukcapil Kendari masih membutuhkan beberapa waktu untuk sebuah pengurusan administrasi kependudukan.

Buntutnya, siang tadi, selepas jam istirahat pelayanan kedua yang mestinya di mulai pukul 13.00 Wita molor beberapa saat. Sejumlah pengantri yang kesal, nampak melakukan protes.

“Kami sangat membutuhkan pelayanan pemerintah yang prima. Saya sudah antri dari pagi dengan nomor antrian ratusan, petugasnya tidak hadir tepat waktu (13.00 Wita),” semprot ibu paru baya yang tak ingin namanya di mediakan.

Pantauan awak Penasultra.id, sekitar pukul 13.45 Wita, pelayanan Disdukcapil Kendari kembali dibuka. Nampak Kepala Bidang Pengembangan Informasi Disdukcapil Kendari, Abdul Hamid menjelaskan tata cara yang benar untuk mendaftar dan mengambil nomor antrian online di program JARI sembari menenangkan masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan.

“Kami minta untuk bersabar dan bisa memahami kondisi ini karena beberapa staf kami masih di isolasi mandiri. Makanya saya turun langsung melayani masyarakat,” kata Hamid dihadapan masyarakat yang tengah antri di depan Disdukcapil Kendari.(*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.