Promo Pena

Gubernur Ali Mazi Desain Kawasan Kendari Tua Jadi Focal Point

PENASULTRA.ID, KENDARI – Salah satu visi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi adalah mengubah kawasan Kota Tua (Kendari Lama).

Promo Pena

Bahkan, Gubernur Ali Mazi telah mendesain kawasan Kendari Tua menjadi Focal Point (titik fokus) untuk Kota Kendari. Nantinya, kawasan Kendari Tua yang telah direvitalisasi itu akan terkoneksi dengan Kawasan Pariwisata Terpadu Toronipa, terkoneksi dengan Jembatan Teluk Kendari, terkoneksi dengan kawasan Tugu Persatuan/MTQ Square, terkoneksi dengan pelabuhan Kendari-Wawonii, terkoneksi dengan jalur pelayaranKendari-Luwuk-Gorontalo-Bitung- Miangas, terkoneksi dengan kawasan pariwisata di Muna, Baubau, Wakatobi, Konsel, Bombana, dan Kolaka. Secara umum akan terkoneksi dengan seluruh kawasan pariwisata di 17 kabupaten kota.

“Kendari akan menjadi sebuah kota besar dan titik penting di kawasan Indonesia Tengah, dan Sulawesi. Sejak dimukimi, sudah menampakkan potensinya sebagai kawasan multikultural, multisosial, dan multidimensional. Kawasan ini memenuhi syarat sebagai sebuah metro dengan segala fasilitas pendukung yang fungsional. Sebagai kawasan kota paling aman di Indonesia, Kendari memiliki segala ukuran untuk dijadikan basis investasi City Tourism,” kata Ali Mazi, Sabtu 3 Oktober 2020.

Pena Maulid

Menurut Ali Mazi, potensi Kota Kendari sebagai destinasi berbasis City Tourism memang ada dan menunggu dikembangkan. Ia mengenang Kendari Werk sebuah toko kerajinan emas dan perak yang kemudian ikonik. Dalam sejarah di zamannya, produksi Kerajinan Kendari berkualitas tinggi. Queen Elizabeth, Ratu Kerajaan Britania Raya, bahkan pernah memesan khusus miniatur replika Kereta Kencana Kerajaan Inggris, yang dibuat dari perak yang kini masih tersimpan dan menjadi koleksi di Istana Buckingham.

“Kita semua punya kewajiban membangun Sultra dalam hal ini Kota Kendari, tempat kita dilahirkan, tempat kita untuk mencari nafkah. Jadi, jangan pernah beranggapan bahwa ada warga kelas dua. Di Kota Kendari tidak ada warga kelas dua. Disini kita semua sama. Tidak boleh ada penonjolan suku dan ras. Kita satu, warga Kota Kendari. Hak-hak kita semua dilindungi oleh Undang-Undang. Yang paling penting kita bahu membahu, bekerja sama, membangun daerah ini dalam kebersamaan silaturahmi diantara sesama kita,” ungkap Ali Mazi.

“Besar harapan kami hadirnya pemerintah pusat secara interventif dalam anggaran penataan ini. Akan kita atur juga skema investasi bagi pihak manapun yang siap berinvestasi kepariwistaan di kawasan-kawasan potensial,” tandas politisi Partai NasDem itu.

Penulis: Basisa

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.