Promo Pena

Ditengah Pandemi Covid-19, Ini Upaya OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan di Sultra

PENASULTRA.ID, KENDARI – Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menembus targer inklusi keuangan nasional.

Indeks Inklusi Keuangan (IIK) Sultra mencapai 75.7 persen dari target target nasional sebesar 75 persen.

“Alhamdulillah, 2019 Sultra diatas target nasional tapi sedikit. Kita dikasi target lagi nih dibulan inklusi 2020 ini. Bahkan pak Presiden berharap kalau bisa diakhir masa jabatannya di 2024 bisa mencapai 90 persen. Ini tantangan kita semua,” kata Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution, Jumat 2 Oktober 2020.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan IIK tersebut, kata Fredly, OJK Sultra terus melakukan langkah-langkah promotif melalui berbagai kegiatan edukasi.

Bahkan ditengah pandemi Covid-19, pihaknya tetap melaksanakan kegiatan guna meningkatkan inklusi keuangan.

Salah satunya dengan mengadakan Kelas Duta Inklusi dan Literasi Keuangan atau (Dilan Class) serta Digital Massive Class (DMC) atau OJK Mengajar bagi tujuh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang dilaksanakan secara daring atau non tatap muka.

Hingga saat ini, OJK Sultra telah melakukan edukasi dengan non tatap muka (Digital Class) sebanyak 58 kali.

“50 kali Dilan Class rutin mingguan yang melibatkan Pelaku Usaha Jasa Keuangan atau PUJK serta enam kali Dilan Class spesial yang menghadirkan staf khusus Presiden, duta besar, perusahaan start up/fintech skala nasional, hingga pejabat perusahaan IT kelas dunia,” jelas Fredly.

“Serta dua kali DMC yang melibatkan petinggi OJK Pusat dengan total jumlah peserta sebanyak 5.673 peserta,” tambanya.

Menurut Fredly, tingkat inklusi dan literasi keuangan di masyarakat ditentukan dari peran aktif Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

Untuk itu, Fredly meminta LKJ terus berperan aktif mengadakan sosialisasi agar meningkatkan inklusi keuangan.

“Sehingga masyarakat semakin paham produk-produk jasa keuangan mana yang dibutuhkan serta mereka paham hak-hak dan kewajibannya. Jadi ketika merasa dirugikan mereka langsung mengadukan,” tutup Fredly.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.