Promo Pena

Gubernur Sultra Luncurkan Kemitraan Bupati dan Walikota Pesisir

PENASULTRA.ID, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi berkomitmen untuk terus mempertahankan konsitensi para nelayan kecil. Pasalnya, nelayan merupakan merupakan bagian dari sumber pokok utama dalam membangkitkan perekonomian daerah.

Promo Pena

Hal itu diungkapkan Ali Mazi dalam peluncuran kemitraan bupati walikota pesisir untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 14 (TPB-14) Sultra, di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur, Selasa 29 September 2020.

Kata Ali, TPB-14 akan menjadi energi baru untuk mengakomodasi prakarsa lokal bagi percepatan pencapaian berbagai target yang dalam isu pemberdayaan nelayan kecil. Paling utama adalah konservasi, pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

“Saya mengingatkan komitmen kepala daerah untuk senantiasa memberikan perhatian kepada para nelayan kecil,” ungkap Ali Mazi.

Tambah dia, sangat jelas beberapa saat yang lalu, kemitraan bupati walkota pesisir ini dapat mewujudkan pengelolaan perikanan yang lestari sebagai sumber keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Harapan itu, sambungnya, mengandung pesan moral yang dapat menggugah sense of responsibility kita semua, utamanya para selaku penyelenggara kebijakan pembangunan dan stakeholder terkait.

“Untuk itu, kepada bupati dan walikota yang memiliki wilayah pesisir, mari jangan kecewakan nelayan kecil kita,” ucap dia.

Kepala Bappeda Sultra, J. Robert mengungkapkan, pembentukan kemitraan bupati walikota pesisir untuk TPB-14 setidaknya memiliki tiga tujuan. Pertama, agar bupati walikota dapat berjejaring dalam memperkuat komitmen dan meningkatkan kontribusi dalam pencapaian TPB-14.

Pena Maulid

Kedua, menjadi platform bagi peluncuran, showcase (menunjukkan), pengkajian dan pembelajaran berbagai program inovatif unggulan daerah kabuapten/kota pesisir dalam pencapaian TPB-14 berdasar karakter khusus dan potensi daerah pesisir.

“Ketiga, sebagai forum koordinasi, konsultasi, komunikasi, dan sinergi bersama antar bupati walikota pesisir dalam pencapaian TPB-14,” ulasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sultra, Laode Kardini menjelaskan ada empat manfaat dari kemitraan ini bagi bupati walikota pesisir. Pertama, dapat bersinergi dan berkoordinasi untuk mencari solusi dalam memastikan konektifitass dan efisiensi.

“Kemudian dapat berbagi informasi mengenai berbagai inisiatif dan peluang terkini. Ketiga, saling belajar tentang keberhasilan dan tantangan dari masing-masing daerah. Keempat, dapat menyatukan dan memperkuat posisi atas isu-isu strategis yang dihadapi bersama,” pungkas Kardini.

Untuk diketahui, kegiatan yang dihelat secara virtual dengan sejumlah kementerian itu dihadiri para bupati walikota pesisir se Sultra dan lembaga internasional non pemerintah, RARE Indonesia diwakili oleh Vice President Taufik Alimi.

Pihak pemerintah pusat dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Dirjen Bina Bembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Hari Nur Cahya Murni, Staf Ahli Menko Kemaritiman dan Investasi Bidang Ekonomi Maritim Sugeng Santoso, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Hendra Yusran Siry.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari realisasi TPB-14. Istilah lainnya, Sustainable Development Goals (SDGs) Number 14. Perlu diketahui, tujuan 14-TPB adalah melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Basisa

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.