Promo Pena

BPDASHL Sampara Menggelar Program PKPM 11 Daerah di Sultra

PENASULTRA.ID, KENDARI – Pandemi Covid-19 menyebabkan terganggunya aktivitas perekonomian nasional yang berdampak kepada menurunnya kesejahteraan masyarakat. Sehingga mengharuskan pemerintah mengambil langkah luar biasa (extra ordinary) di bidang keuangan negara melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Salah satu program PEN yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM).

Promo Pena

Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Sampara, M. Aziz Ahsoni, mengatakan pelaksanaan program PKPM ini berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.353/Menlhk/Setjen/DAS.1/8/2020 yang ditetapkan pada tanggal 31 Agustus 2020 tentang Rencana Operasional Padat Karya Penanaman Mangrove Tahun 2020.

Yang menarik, kata Aziz, dalam SK Menteri LHK ini pengaturan tentang sistim pembayaran secara account to account. Artinya pembayaran upah tenaga kerja dibayarkan langsung kepada rekening masing-masing anggota kelompok sesuai dengan jumlah kehadiran. Pembayaran dilakukan setiap minggu setelah ketua kelompok dan pendamping membuat rekapitulasi daftar hadir serta daftar pembayaran. Untuk pembukaan rekening masing-masing anggota kelompok ini dilakukan oleh Kementerian LHK pusat yang telah bekerja sama dengan BRI.

“Indonesia memiliki sebaran mangrove seluas 3.311.207 ha dimana 637.624 ha termasuk dalam kondisi kritis dan perlu dipulihkan. Sementara itu, Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menurut peta One Map Mangrove mempunyai hutan mangrove seluas 57.919,01 ha, dengan kondisi perlu direhablitasi seluas 5.616.44 ha,” ungkap Aziz saat melakukan penanaman mangrove secara simbolis di desa Ampera Kolono Timur, Sabtu 26 September 2020.

Ia menambahkan, BPDASHL Sampara melalui dana DAK dan APBN dalam lima tahun terakhir telah melakukan upaya rehabilitasi mangrove di Sultra seluas 870 ha tersebar di 12 kabupaten kota.

Pena Maulid

Pada 2019, sambungnya, BPDASHL Sampara melaksanakan penanaman mangrove seluas 75 Ha di Kabupaten Buton Utara (Butur). Dan 2020 ini sedang melakukan penanaman mangrove seluas 50 ha, yaitu 5 ha di Pulau Wawonii dan 45 ha di pulau Muna.

“Program PKPM 2020 di Sultra dilaksanakan di 11 kabupaten kota yaitu Konawe Selatan, Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, Muna, Muna Barat, Buton Utara dan Wakatobi dengan luas 1.059 ha yang melibatkan 61 kelompok masyarakat serta menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja,” sebutnya.

Ia berharap, keterlibatan masyarakat yang banyak ini dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Selain dapat menyerap tenaga kerja, program padat karya ini akan meningkatkan tutupan lahan mangrove sehingga meningkatkan kelestarian lingkungan. Hasil akhir kegiatan padat karya penanaman mangrove saatnya nanti, bisa dinikmati oleh masyarakat berupa hutan mangrove yang bernilai ekologi dan ekonomi,” pungkas Aziz.

Penulis: Supyan
Editor: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.