Promo Pena

Terlanjur Sebar Undangan, Warga Bisa Gelar Pesta Pernikahan, Tapi…

PENASULTRA.ID, KENDARI – Baru-baru ini, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi mengeluarkan surat imbauan terkait peningkatan pelaksanaan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Surat bernomor 433/4724 tersebut berisi tiga imbauan, pertama seluruh masyarakat diminta mematuhi semua ketentuan terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri dan orang Iain.

Yakni dengan menggunakan masker yang menutup hidung, mulut dan dagu, sering mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak serta mencegah kerumunan.

Kedua, mastarakat dilarang melakukan kerumunan dalam bentuk pertemuan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya orang banyak.

Diantarnya pesta perkawinan, arisan, reuni dan acara sosial kemasyarakatan Iainnya yang sejenis yang mengakibatkan berkumpulnya banyak orang, termasuk dilarang melakukan kegiatan demonstrasi.

Terakhir, bagi yang melanggar ketentuan tersebut, akan dilakukan tindakan hukum oleh aparat penegak hukum dan aparat pemerintahan berwenang Iainya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dari ketiga poin tersebut, poin kedua menjadi peehatian bagi masyarakat Sultra, khusunya yang dalam waktu dekat akan melaksanakan prosesi pernikahan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Ridwan Badallah mengatakan, masyarakat masih diperkenankan melaksanakan pesta pernikahan jika memang sudah terlanjur mengedarkan undangan.

Namun, ada beberapa syarat yakni pelaksanaan prosesi pernikahan harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

“Jika ada warga sudah sebar undangan, diberikan dispensasi dengan catatan patuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak, cek suhu tubuh dan lain-lain,” kata Ridwan, Kamis 24 September 2020.

Menurutnya, imbauan ini dikeluarkan sebagai akibat dari melonjaknya kasus baru positif Covid-19 di Sultra dalam beberapa hari terakhir.

“Juga kondisi rumah sakit rujukan yang sudah penuh semua. Untuk itulah gubernur mengeluarkan imbauan itu agar masyarakat menghindari kumpulan massa seperti pesta pernikahan dan lain-lain,” tutup Ridwan.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.