Promo Pena

SIKePO, Aplikasi Seluler Dari OJK untuk Tingkatkan Kepatuhan Sektor Perbankan

PENASULTRA.ID, KENDARI – Belum lama ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini meluncurkan aplikasi seluler yakni Sistem Informasi Ketentuan Perbankan Online (SIKePO).

Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan, penyebaran informasi dan edukasi terhadap berbagai ketentuan di sektor perbankan.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara (Sultra), Mohammad Fredly Nasution mengatakan, tujuan dihadirkannya SIKePO adalah untuk lebih mempermudah stakeholder dalam menemukan dan memahami ketentuan perbankan.

“Sehingga diharapkan dapat meminimalisasi terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan perbankan,” kata Fredly beberapa waktu lalu.

Menurutnya, SIKePO dirancang dan dikeluarkan sebagai upaya OJK meningkatkan pemahaman para pengambil kepentingan di sektor perbankan. Sebab, masih ada yang kurang tepat memahami ketentuan baru ataupun perubahan atas beberapa ketentuan di sektor perbankan.

Pada Februari 2017 lalu, SIKePO ini mulai diunggah dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui alamat situs www.sikepo.ojk.go.id atau melalui website www.ojk.go.id.

Kemudian, seiring dengan meningkatnya ekspektasi stakeholder untuk dapat mengakses ketentuan dimana saja dengan mudah dan cepat, akhirnya pada 2019, OJK mulai mengembangkan SIKePO dalam bentuk aplikasi seluler yang dapat diakses dengan mudah melalui telepon genggam.

“Dapat diunduh melalui perangkat mobile dalam Google Playstore dan App Store dengan keyword SIKePO OJK,” ujar Fredly.

SIKePO, katanya, dilengkapi dengan beberapa fitur, antara lain kodifikasi, pencarian, rekam jejak serta ringkasan ketentuan serta dilengkapi dengan infografis ketentuan serta ringkasan eksekutif, tanya-jawab (FAQ) maupun materi sosialisasi ketentuan.

Infografis menyajikan ringkasan subtansi pengaturan atas suatu ketentuan dan disajikan dalam bentuk informasi visual agar lebih memudahkan stakeholders untuk memahami.

“Pengembangan aplikasi ini untuk mendukung salah satu sasaran master plan sektor jasa keuangan Indonesia 2020-2024,” tutup Fredly.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.