Promo Pena

Dituding Rampas Lahan Warga, PT REI Diadukan ke DPRD Sultra

PENASULTRA.ID, KENDARI – Sejumlah warga di kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana mengaku puluhan hektar lahan mereka telah dirampas oleh PT Rohul Energi Indonesia (REI) dimana saat ini sedang beraktivitas di Desa Lengora sebagai lahan kawasan pertambangan.

Covid-19 Pemprov

Hal ini terungkap saat sejumlah masyarakat Kabaena didamping lembaga kajian pembangunan daerah dan demokrasi (LKPD) Sultra, DPRD Provinsi untuk melaporkan PT REI ditunding telah merampas hak-hak masyarakat di pulau Kabaena, Senin 11 Januari 2020.

Direktur LKPD Sultra, Muh Arham mengaku pihak management PT REI tidak memiliki etikad baik atas sikap kesewenang-wenangan mereka sehingga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian warga di pulau Kabaena.

Para demostran meminta DPRD Sultra segera memanggil pihak PT REI untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama para pemilik lahan masyarakat

“Kami juga meminta lembaga DPR merekomendasikan pemberhentian aktivitas PT REI di pulau Kabaena agar persoalan ini betul-betul selesai,” tegas Arham.

Pemprov Kapolri

Unjuk rasa yang dilakukan LKPD terkait dugaan penyerobotan lahan masyarakat oleh PT Rohul Energi Indonesia akhirnya mendapat respon dari DPRD Provinsi Sultra.

Mendengar keluhan masyarakat, Ketua Komisi III DPRD Sultra, Suwandi Andi berjanji segera memanggil pihak perusahaan dalam hal ini PT REI untuk digelar RDP.

“Hari ini kami langsung menyurat ke Rohul (PT REI). Benar dan tidaknya nanti kita pastikan pada saat RDP kedepan. Kemudian jika masyarakat diduga diserobot lahannya memiliki bukti-bukti autentik apakah itu urusan pidana, siapapun yang merampas hak rakyat, kami akan ada disana mengawal mereka,” ungkap Suwandi.

“Rakyat dalah segalanya. Jadi siapa pun yang menindas rakyat, entah itu Rohul atau siapa kami tidak mau lihat itu,” jelasnya.

Penulis: Zulkarnain
Editor: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.