Promo Pena

Satgas Pemuda Covid-19 akan Deklarasi Platfrom Baru Sahabat Vaksin Sultra

PENASULTRA.ID, KENDARI – Satgas Pemuda Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam waktu dekat akan mendeklarasikan platfrom baru yaitu “Sahabat Vaksin Sultra”.

Covid-19 Pemprov

Platfrom Sahabat Vaksin Sultra bertujuan untuk mensosialisasikan edukasi tentang segala informasi vaksin yang berdar di Indonesia secara umum dan Sultra di 17 kabupaten kota secara khusus.

Sahabat Vaksin ini juga akan merilis aplikasi berbasis Web dan berbasis Handphone secara Realtime, guna membantu kerja-kerja teknis Pemerintah Sultra dan masyarakat dalam agenda besar yaitu vaksinasi.

Aplikasi tersebut juga dilengkapi menu Edukasi dan Informasi dari pra Imunisasi, Imunisasi sampai dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunusasi (KIPI) dengan mudah dan dari aplikasi tersebut.

Dengan harapan, dengan adanya Sahabat Vaksin Sultra di Sultra dapat direspon baik oleh semua lapisan masyarakat, pemerintah dan terkhusus para Ormas dan OKP untuk bisa turut andil dalam menyukseskan program Vaksinasi di Bumi Anoa tercinta ini.

Sebelumnya, 6 Desember 2020 yang lalu Vaksin tiba di Indonesia, vaksin tersebut merupakan buatan Sinovac yang berasal dari China dengan jumlah 1,2 juta dosis pada di tahap pertama.

Pemprov Kapolri

Tahap kedua, 31 Desember 2020, sebanyak 1,8 juta dosis. Dengan begitu jumlah dosis Vaksin yang ada di Indonesia untuk saat ini adalah 3 juta dosis yang akan disuntikkan nantinya.

Vaksin Sinovac dari Cina tersebut tiba telah tiba di Sultra, Selasa, 5 Januari 2021 sebanyak 20.400 dosis tahap pertama akan didistribusikan di 17 Kabupaten/kota di Sultra.

Diketahui, 8 Januari 2021 perkembangan kasus positif Covid-19 Sultra dengan komulatif postif sebanyak 8.224 kasus, kasus sembuh sebanyak 7.159 kasus, kasus positif Covid-19 sementara dalam perawatan (Isolasi) sebanyak 905 kasus dan jumlah kasus meninggal sebanyak 160 kasus.

Sangat riskan jika melihat angka tersebut yang kian hari kian meningkat karena belum maksimalnya 3T dan 3M baik Pemerintah dan Masyarakat secara umum.

Banyaknya disinformasi/hoax tentang Vaksin tersebut yang tersebar dari berita-berita online yang tidak jelas sumbernya dan banyak konten-konten yang tersebar di Whatsapp Group (WAG) sama tidak dapat dibuktikan sumber dan kebenarannya.

Oleh karenanya KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) dapat dimasivkan dengan komprehensif dan dengan data yang valid dari sumber terpercaya. Karena dengan begitu masyarakat diyakinkan untuk menyukseskan program vaksinasi yang akan datang.

Editor: Basisa

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.