Promo Pena

Buka Muswil PKB Sultra, Ini Kata Zainul Munasichin

PENASULTRA.ID, KENDARI – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menekankan agar PKB terus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dalam menghadapi fenomena politik transaksional. Sebab, saat ini, politik cenderung kental dengan transaksional.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB, Zainul Munasichin saat membuka secara resmi Musyawarah Wilayah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Sultra, Sabtu 9 Desember 2020.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua. Dalam mars PKB sangat jelas, maju tak gentar membela yang benar. Jangan sampai maju gemetar, membela yang bayar,” kata Zainul.

Politik transaksional akan mengalami titik jenuh. Sebab, bisa saja caleg sudah tidak memberi uang dan masyarakat tidak mau lagi menerima.

“Politik harus kedepankan sifat Rasulullah, amanah, tabligh dan fatanah. InsyaAllah kader PKB bisa istiqomah ke depannya,” jelas Zainul.

Ia yakin, PKB akan terus berkembang dan maju di Sultra dalam segi perolehan kursi di tingkat DPRD kabupaten kota dan provinsi.

“Sultra perlu diapresiasi, adem-adem. PKB dari satu kursi menjadi tiga kursi. Saya tanya bang Jay nanti berapa kursi, katanya enam kursi masuk akal,” beber Zainul.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas mengatakan, PKB telah banyak memberikan kontribusi yang baik dalam jalannya pemerintahan.

“PKB adalah salah satu partai yang selalu komitmen dengan program pemerintahan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPW PKB Sultra Jaelani mengatakan, siap memberikan warna baru bagi peta perpolitikan di Sultra.

“PKB di Sultra hari ini telah menapak jejak baik. Kita telah mampu memberi warna baru dalam perpolitikan di Sultra,” tutup Jaelani.

Untuk diketahui, usai Zainul membuka secara resmi Muswil DPW PKB Sultra, Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar membuka muswil seluruh Indonesia secara virtual.

Muswil PKB Sultra turut dihadiri 17 DPC kabupaten atau kota, partai politik serta pengurus. Peserta dibatasi karena pandemi Covid-19.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.