Promo Pena

Pengamat Ekonomi Sebut Anton Timbang Layak Jadi Ketum Kadin Sultra

PENASULTRA.ID, KENDARI – Perebutan kursi Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang bakal dilaksanakan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VII pada 11 Januari 2021 mendatang makin memanas.

Bagaimana tidak, saat ini terdapat dua figur calon Ketum Kadin Sultra yang bakal bersaing, kedua yakni petahana, La Mandi dan sang penantang, Anton Timbang.

Sebagai petahana, La Mandi telah menduduki jabatan Ketum Kadin Sultra selama lima tahun tentu memiliki beban lebih besar. Pasalnya, mau tak mau, ia harus dievaluasi terkait sejauh mana kinerjanya selama menjabat sebagai Ketum Kadin Sultra.

Pengamat ekonomi dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Syamsir Nur mengatakan, selama ini Kadin Sultra belum mampu hadir menjadi mitra strategis pemerintah daerah (pemda) untuk mengurai permasalahan ekonomi khususnya di bidang industri dan perdagangan.

“Padahal, peran kadin sebagai mitra strategis harus dapat memberikan solusi terkait masalah-masalah yang ada. Contoh, persoalan lapangan kerja, angka kemiskinan, pengangguran dan serapan anggaran di pemda. Itu belum mampu diurai persoalannya pada masyarakat,” kata Syamsir Nur melalui rilis persnya, Jumat (8 Januari 2021.

Menurutnya, kinerja Kadin Sultra sejauh ini belum optimal, bahkan belum ada prestasi yang menonjol dikarenakan penataan kelembagaan yang belum tuntas dan juga kapabilitas para pengurusnya.

“Kalau tinggal dua calon, saya secara pribadi mengatakan lebih layak pak Anton Timbang dari pada pak Mandi. Dari sisi jejaring, kemudian kemampuan membangun komunikasi dengan pemerintah juga penting,” beber Syamsir.

Kedepan, kata Syamsir, siapapun yang menjadi Ketua Kadin Sultra, haruslah memperkuat hal tersebut. Sebab, Kadin adalah bagian penting dari pemerintah, jadi dinamika ekonomi di daerah ini, selain ada sektor moneter dan fiskal juga ada sektor rill. Kadin harus bisa menjadi mitra pemerintah untuk bagaimana mendorong beberapa sektor-sektor ekonomi potensial dalam jangka panjang.

“Yang saya amati, pelaku usaha, terutama UMKM kita, banyak membentuk denyut nadi ekonomi di daerah. Dari sisi SDM, produksi dan pemasaran. Nah, kita harapkan Kadin bisa masuk ke tengah itu, bagaimana mengurai masalah yang dihadapi oleh para pelaku UMKM kita,” jelasnya.

Syamsir menilai, walau saat ini geliat industri terutama pelaku besar, baik itu investasi asing maupun dalam negeri yang bermodal besar sudah hadir, tetapi paling tidak Kadin harus hadir untuk membangun sinergitas. Bagaimana menghadirkan investasi yang sudah ada ini saling bersinergi dengan UMKM.

“Jadi ada keterpaduan antara sektor hulu dan hilir. Kadin juga harus mampu mengurai masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha,” tambahnya.

“Misalnya soal kedelai dan bahan pangan lainnya, di Sultra maupun nasional kita sangat tergantung dengan impor. Padahal sesungguhnya kita memiliki potensi di sektor itu. Inilah yang diharapkan kepada Kadin agar bisa mendorong pemanfaatan di sektor itu,” pungkas Syamsir.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.