Promo Pena

Jelang Nataru 2020, BPOM Kendari Temukan 20 Pangan Olahan Kadaluarsa

PENASULTRA.ID, KENDARI – Jelang Natal dan tahun baru 2021 (Nataru 2020), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari telah melakukan intensifikasi pengawasan terhadap pangan olahan.

Kepala BPOM Kendari, Muhammad Rusydi Ridha mengatakan, intensifikasi pengawasan diutamakan pada pangan olahan tanpa izin edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat, dan lain-lain).

“Yang sarana distribusinya di distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, para pembuat dan atau penjual parsel,” kata Rusydi, Selasa 29 Desember 2020.

Menurutnya, intensifikasi pengawasan dilakukan selama lima minggu atau lima tahap dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Sebelum Covid-19 biasanya selama enam tahap. Kegiatan dilakukan sejak 23 November 2020 hingga 8 Januari 2021 mendatang,” jelas Rusydi.

Dari hasil intensifikasi pengawasan pangan olahan di distributor dan pasar-pasar tradisional per 23 Desember 2020 dengan total 69 sarana, terdapat 47 sarana memenuhi ketentuan dan 22 sarana tidak memenuhi ketentuan .

” 22 sarana yang tidak memenuhi ketentuan diantaranya ditemukan pangan yang rusak sebanyak 38 item, kadaluarsa sebanyak 20 item dan tanpa izin edar sebanyak 12 item serta satu item tak memiliki label,” beber Rusydi.

Ia mengaku, total nilai ekonomis dari hasil intensifikasi pangan olahan jelang Nataru 2020 yakni sekitar Rp153 juta.

“Kami melakukan pengawasan bersama lintas sektor yang terdiri dari Disperindag Sultra dan Dinas Kesehatan Kota Kendari,” tutup Rusydi.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.