Promo Pena

OurFish, Solusi Pencatatan Hasil Tangkapan Nelayan di Sultra

PENASULTRA.ID, KENDARI – Pencatatan hasil tangkapan dinilai penting untuk menyediakan data dalam pengelolaan perikanan skala kecil di Sulawesi Tenggara (Sultra). Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra menghadirkan aplikasi OurFish.

Dalam aplikasi ini pengumpul pertama di tingkat desa dilibatkan sebagai aktor penting dalam mengumpulkan data hasil tangkapan dan informasi yang akurat dari lapangan.

Kasubag Program dan Data DKP Provinsi Sultra, Lely Fajriyah mengatakan, data pencatatan hasil tangkapan ikan berguna untuk mengambil keputusan. Dari data tersebut pun bisa ditemukan solusi terutama untuk pengelolaan perikanan.

Tapi yang paling penting, data yang ada harus akurat agar bisa dipertanggungjawabkan terkait keputusan kebijakan yang akan diambil nantinya.

“Kalau datanya salah, maka akan salah juga pengelolaannya. Tapi dengan adanya aplikasi OurFish, ini sangat membantu kami dalam menyediakan data yang akurat yang langsung dicatat oleh masyarakat pelaku perikanan tangkap,” kata Lely dalam acara ngopi bareng dan diskusi (Ngobras) PAAP episode ke-5 di salah satu hotel di Kendari, Sabtu 19 Desember 2020.

Senada, Dekan FPIK dan Guru Besar Universitas Halu Oleo, Profesor La Sara mengatakan, tanpa adanya data, sumber daya yang memang terbatas akan habis seiring dengan pemanfaatan yang tidak memperhatikan potensi yang ada.

Jika data tidak dikumpulkan dengan tepat, maka semua pengelolaannya akan rusak, mulai dari perencanaan hingga pemanfaatannya.

“Kalau ikan habis, mana ada investor mau investasi di sektor perikanan. Padahal potensi perikanan di Indonesia masih sangat besar,” jelas Prof. La Sara.

“Bagaimana nanti para ahli bisa membuktikan potensi perikanan di Indonesia masih besar, kalau data yang terkumpul tidak akurat. Yang akan terjadi malah eksploitasi secara berlebihan yang mengakibatkan stok ikan menjadi berkurang di alam,” tambahnya.

Sementara itu, Pengumpul ikan perempuan dari Talaga Raya Kabupaten Buteng, Lailinar mengatakan, OurFish telah ia gunakan sejak Oktober 2019. Menurutnya, aplikasi ini sangat membantu dirinya dalam mencatat hasil tangkapan setiap nelayan.

“Kami setiap hari menulis informasi seperti siapa nelayan yang masuk ke kita, berapa beratnya, ikan apa saja, dan itu semua sudah tercatat di sistem,” jelas Lailinar.

“Sebelum adanya Ourfish ini, ikan juga kita tetep mencatat, tapi setelah ada aplikasi ini, saya rasa saya juga sebagai masyarakat bisa menyumbang sedikit dan berkontribusi untuk pengelolaan perikanan di Sultra,” tutup Lailinar.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.