Promo Pena

Sultra Keciprat Rp24,9 Triliun DIPA APBN 2021

PENASULTRA.ID, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) keciprat alokasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp24,9 triliun.

Penyerahan petikan DIPA 2021 diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi disalah satu hotel di Kendari, Senin 30 November 2020.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra, Arif Wibawa mengatakan, rincian DIPA tersebut dalam bentuk belanja kementerian lembaga (K/L) sebesar Rp7,88 triliun dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp17,08 triliun.

“Alokasi belanja K/L untuk Provinsi Sultra dialokasikan kepada 40 K/L yang terdiri dari 453 Satuan Kerja (Satker) dan disalurkan oleh 4 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) lingkup Kanwil DJPb Provinsi Sultra,” kata Arif Wibawa

Menurutnya, Khusus rincian belanja lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra yaitu belanja pegawai sebesar Rp2,41 triliun, belanja barang sebesar Rp2,67 triliun, belanja modal sebesar Rp2,78 triliun dan belanja bantuan sosial sebesar Rp6,77 miliar.

“Penyerahan November ini dengan harapan, seluruh satuan kerja dan pemerintah daerah bisa sesegera mungkin untuk mempersiapkan pengadaan dan melakukan pencairan dana sejak awal tahun,” terang Arif.

Sementara rincian dana TKDD yaitu Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dan Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp906,12 miliar.

Kemudian Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp9,58 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp2,33 triliun dan DAK non fisik sebesar Rp2,21 triliun. Lalu Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp412,13 miliar, dan Dana Desa (DID) sebesar Rp1,63 triliun.

Olehnya, tambah Arif, seluruh satuan kerja dan pemerintah daerah perlu segera melakukan langkah-langkah persiapan pelaksanaan anggaran 2021, antara lain percepatan proses pengadaan barang dan jasa/lelang.

“Percepatan pemenuhan dokumen persyaratan penyaluran DAK fisik dan DD serta penetapan pejabat perbendaharaan jika terdapat perubahan,” tutup Arif.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.