Promo Pena

Penyempitan Pembuluh Darah, TKA Asal Tiongkok Meninggal di Kendari

PENASULTRA.ID, KENDARI – Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok berusia 54 tahun meninggal dunia di Kendari, Jumat 13 November 2020.

TKA yang bekerja sebagai mitra di PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) Morosi tersebut meninggal di ruang Instalasi Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Kendari.

Juru Bicara PT. VDNI dan PT. OSS, Dyah Fadilat mengatakan, pekerja tersebut meninggal karena adanya penyempitan pembuluh darah.

“Pekerja berasal dari Shandong yang bekerja di kawasan PLTU dan tidak pernah meninggalkan kawasan pabrik karena yang bersangkutan juga tinggal di asrama karyawan milik PT OSS,” kata Dyah melalui rilis persnya, Rabu 18 November 2020.

Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi internal yang dilakukan perusahaan, pada12 November 2020 lalu, pekerja dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Darat dr. Ismoyo Kendari atau RS Korem pada pukul 22.40 Wita.

“Setelah sebelumnya sempat jatuh dari tempat tidur karena merasakan sakit,” ungkap Diah.

Sesuai protokol di RS Korem, dilakukan rapid test kepada yang bersangkutan dan hasilnya non-reaktif. Pada pukul 22.40 Wita, pekerja akhirnya dirujuk ke RSUD Bahteramas Kendari karena pertimbangan peralatan yang lebih lengkap dan riwayat penyakit yang dimiliki yaitu masalah pada jantung dan gangguan pernapasan (asma).

Ketika dirawat di RS Bahteramas, sesuai protokol, dilakukan tes PCR atau polymerase chain reaction kepada yang bersangkutan pada 13 November 2020 pukul 00.30 Wita. Selang beberapa jam, yakni pukul 04.05 Wita yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.

“Menurut keterangan dokter yang bertugas yang diterima perusahaan, penyebab kematian adalah penyempitan pembuluh darah di otak. Setelahnya diketahui bahwa hasil tes PCR yang dilakukan menunjukkan hasil positif virus SARS-CoV-2,” beber Dyah.

“Karena hasil tes PCR menunjukkan positif, penanganan jenazah oleh RS Bahteramas dilakukan dengan mengikuti protokol Covid-19. Jenazah kemudian langsung dikremasi pada tanggal 13 November 2020 sore,” tambahnya.

Merespon hal tersebut, pihak kontraktor yang mempekerjakan TKA untuk PT OSS tersebut berinisiatif untuk memperketat sistem kerja dan melakukan rapid tes massal kepada seluruh pekerjanya sejak 14 November 2020.

“Kami akan terus mengawal kasus ini dan melakukan sterilisasi kawasan Industri, salah satunya dengan untuk sementara waktu mencegah karyawan atau Pekerja Harian Lepas (PHL) yang tidak tinggal di dalam asrama masuk ke dalam area Kawasan Industri,” jelas Dyah.

Pihaknya juga membatasi aktivitas karyawan yang tidak tinggal di dalam asrama.

“Kedepan kerjasama untuk rapid tes akan terus dilakukan ntuk memastikan seluruh karyawan yang bekerja di Kawasan Industri Morosi dalam keadaan sehat dan aman untuk beraktivitas,” tutup Dyah.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.